Bagi banyak orang, aroma kopi yang baru di-roasting adalah penyemangat pagi yang tak tergantikan. Namun, bagi penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau lambung sensitif, secangkir kopi seringkali dianggap sebagai "musuh" yang memicu sensasi terbakar di dada (heartburn) atau mual.
Apakah ini berarti kamu harus berhenti menikmati kopi? Tentu tidak.
Di Coffest Roastery, kami melakukan riset mendalam untuk memecahkan dilema ini. Rahasianya bukan pada menghilangkan kopinya, melainkan pada pemilihan biji dan teknik pengolahannya. Berikut adalah fakta di balik kopi ramah lambung yang perlu kamu ketahui.
Di Coffest Roastery, kami melakukan riset mendalam untuk memecahkan dilema ini. Rahasianya bukan pada menghilangkan kopinya, melainkan pada pemilihan biji dan teknik pengolahannya. Berikut adalah fakta di balik kopi ramah lambung yang perlu kamu ketahui.
1. Memilih Jenis Biji Kopi yang Tepat
Langkah pertama dalam mencari kopi anti-GERD adalah memahami perbedaan antara Arabika dan Robusta. Secara umum, Arabika memiliki kadar kafein yang lebih rendah dibandingkan Robusta. Biji kopi yang dimiliki Arabika cenderung lonjong dan berbentuk oval. Biasanya garis tengah lebih melengkung seperti huruf s dan ukurannya lebih besar.
Dan ada juga si Robusta ciri khas yang dimilikinya berbentuk bulat, memiliki garis tengah yang cenderung lurus dan bijinya berukuran kecil agak padat. Dikutip dari International Coffee Organization (ICO) Robusta lebih banyak mengandung Kafein sekitar 2,2% – 3,5% dari berat keringnya dibanding Arabika. Dalam satu cangkir (150 ml), terdapat sekitar 140- 200 mg kafein. Kafein inilah yang menjadi salah satu pemicu produksi asam lambung berlebih.

Kami memahami bahwa kenyamanan lambung dimulai dari pemilihan varietas. Di Coffest Roastery, disini kami mengkurasi biji kopi specialty yang secara alami memiliki karakteristik yang baik dan berkualitas dengan kurasi yang panjang. Tidak semua Arabika diciptakan sama, kami hanya memilih biji dengan varietas Laurina atau Arabika dataran tinggi yang diproses secara presisi.
2. Pengaruh Teknik Roasting
Rahasia terbesar kopi ramah lambung terletak pada proses roasting. Berdasarkan penelitian yang dipresentasikan di American Chemical Society, NMP (N-methylpyridium) memiliki kemampuan unik yang sangat menguntungkan penderita maag atau GERD.

Menghambat Produksi Asam Lambung. NMP terbukti secara klinis mampu mengirim sinyal ke sel-sel di lambung untuk berhenti atau mengurangi sekresi asam hidroklorida. Menjadi peran antagonis terhadap Kafein. Jika kafein bertugas memicu produksi asam, NMP justru bekerja menghambat atau meredam efek tersebut. Jadi, semakin tinggi kandungan NMP dalam kopi, semakin kecil kemungkinan kopi tersebut memicu perih di lambung.
Dengan keahlian Small Batch Roasting di Coffest, kami memastikan setiap biji mencapai tingkat kematangan yang optimal untuk menekan kadar asam tanpa menghilangkan aroma aslinya. Semakin gelap biji kopi dipanggang, semakin banyak NMP yang terbentuk. Itulah sebabnya kopi dark roast (seperti profil espresso tertentu di Coffest Roastery) sering kali terasa lebih aman di lambung dibandingkan kopi light roast, meskipun rasanya lebih pahit.
3. Proses Pengolahan Pasca-Panen
Metode pengolahan seperti Full Washed atau Natural Process juga memengaruhi tingkat pH kopi. Coffest Roastery sangat teliti dalam memilih green beans yang diproses dengan benar oleh petani, memastikan tidak ada fermentasi berlebih yang dapat meningkatkan kadar asam organik yang mengiritasi lambung.

4. Teknik Seduh yang Menentukan
Selain biji kopinya, cara kamu menyeduh juga berpengaruh. Teknik Cold Brew, misalnya, dikenal menghasilkan konsentrasi asam hingga 60% lebih rendah dibandingkan penyeduhan air panas. Namun, jika kamu tetap menyukai kopi panas, koleksi biji kopi dari Coffest Roastery telah dikurasi agar tetap "aman" meskipun diseduh dengan metode filter manual (V60) atau mesin espresso.

Nikmati Kopi Tanpa Rasa Khawatir
Di Coffest kami ingin memperkenalkan biji kopi yang aman untuk penderita GERD dan asam lambung. Dari hasil kurasi dan pengalaman bertahun-tahun Coffest kami memperkenalkan Laurina sebagai kopi yang sangat ramah di lambung. Untuk mengetahui lebih dalam mengapa Laurina disebut sebagai anomali kopi, simak artikel kami berikutnya.