
- Low Caffeine secara Alami: Rata-rata kopi Arabika mengandung sekitar 1,2% - 1,5% kafein. Laurina? Dia cuma punya sekitar 0,4% - 0,7% kafein.
- Ini sangat rendah! Karena kafein adalah salah satu pemicu produksi asam lambung berlebih, kandungan yang rendah ini bikin lambungmu tetap tenang.
- Rendah Asam : Selain kafeinnya yang kecil, profil rasa Laurina cenderung tidak "tajam". Dia tidak punya keasaman yang menusuk seperti kopi-kopi dari Afrika Timur, sehingga lebih lembut saat menyentuh dinding lambung.
Rasanya Gimana? Tetap Enak Dong!
Mungkin kamu mikir, "Kalau kafeinnya dikit, rasanya hambar nggak?" Justru sebaliknya! Laurina sering disebut sebagai salah satu kopi paling lezat di dunia. Karena kafein punya rasa pahit alami, kandungan kafein yang rendah pada Laurina justru menonjolkan rasa manis yang luar biasa.

Saat kamu mencobanya, kamu akan merasakan sensasi:
- Sweetness yang tinggi (mirip gula merah atau madu).
- Body yang ringan dan silky (lembut di mulut).
- Notes floral dan buah-buahan yang elegan.
Kenapa Harganya Lumayan "Pricey"?
Meskipun terdengar seperti solusi ajaib, Laurina punya satu kelemahan: ia memiliki sifat sensitif. Karena kandungan kafeinnya rendah (fyi, kafein sebenarnya adalah pestisida alami pohon kopi untuk mengusir serangga), pohon Laurina jadi gampang diserang hama dan produksinya sedikit. Itulah kenapa Laurina sering masuk kategori specialty coffee yang langka dan harganya sedikit di atas rata-rata.
Kesimpulan
Sudah siap mencoba si manis Laurina?
Cek Koleksi Biji Kopi Coffest Roastery di Sini
(website)
Cek Koleksi Biji Kopi Coffest Roastery di Sini
(E-Commerce)